Kahlil Gibran bilang tentang Cinta

Sebuah buku kecil tulisan Kahlil Gibran saya beli sejak tahun 2002 lalu… tampak lagi di mata saya…

Di sampul belakangnya tertulis:

“Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama
dan karena pendekatan yang tekun.
Cinta adalah keserasian jiwa,
dan jika itu tidak pernah ada,
Cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad

Sejauh ini saya percaya 100000…%

Sering kali orang memaksakan untuk serasi dengan calon pendamping hidupnya dengan alasan pasangannya memenuhi kriteria KASAT MATA termasuk kriteria INNER BEAUTY. Katakanlah dia cakep, sehat, sopan, pintar, senang menolong sesama dll. Tetapi… apakah ada KESERASIAN JIWA di antara kedua individu?

Apa yang disebut dengan KESERASIAN JIWA? Bagaimana kita tahu jiwa kita serasi dengannya?
Itu pernah menjadi pertanyaan saya (dulu)… lalu saya mengambil contoh sederhana sbg parameter yaitu:

“Kita Bisa Menjadi Diri Kita Sendiri saat Bersamanya

Mau ngomong apa saja… mau melakukan/tidak melakukan apa saja… tidak perlu TAKUT/CEMAS akan pendapat/sikap/omelan dia pada kita. Hidup tidak dirongrong oleh pendapat dia untuk membuat kita berubah sesuai parameter dia (kecuali kita orang bejat yg disuruh kembali ke jalan Allah hehehe). Apalagi sampai menyimpan “rahasia”, “main kucing-kucingan”, atau “kasak kusuk” dengan orang lain di belakang dia… wah itu mah.. sudah jelas Anda dan Dia MUNGKIN bukan PASANGAN SEJATI (maaf… kenyataan yg menyakitkan memang…). Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur TERIKAT dalam PERKAWINAN baru dirasakan ternyata tidak serasi (jujur)… ? Walah… itu dia pertanyaan yang sulit dijawab dan ditakuti para calon pengantin hahaha…

Dengan kata lain, keserasian jiwa haruslah bersifat ALAMIAH, tanpa sengaja dibuat-buat/diciptakan dengan SEDERET PERJANJIAN kamu begini ya… kamu begitu ya…

Sekali lagi… ini “pemikiran” saya tahun 2002 lalu saat masih melajang hehehe… untuk digunakan sbg dasar pencarian PENDAMPING HIDUP hahaha… Ternyata tidak hanya OTAK KITA yang perlu dipakai untuk mendapatkan “The One”.

Pada kenyataannya memang terasa sekali apakah seseorang itu 1 Frekuensi dengan kita atau tidak. Saran saya buat yang masih melajang, JUJURLAH pada diri sendiri (kecuali ga ingin bahagia). Jangan takut gak dapat pasangan… atau takut terlalu tua… atau takut si dia diambil orang lain… dll… Mohonlah doa pada Allah diberikan yg terbaik bagi JIWA KITA dalam menjalani HIDUP.

Saya rasa memang kita harus JUJUR pd diri sendiri bila ingin BAHAGIA dlm menjalani hidup. Hidup sesuai dengan APA ADANYA diri kita, bukan ARTIFISIAL karena disuruh begini begitu oleh orang lain (bahkan pasangan hidup kita). Kalaupun ada PENYESUAIAN yg dilakukan,  hanyalah berupa TEKNIS PELAKSANAAN, bukan pada PRINSIP/KONSEP/DASAR HIDUP. Setahu saya… hidup ini penuh dengan PERSOALAN TEKNIS. Nah, bila PRINSIP DASARnya saja sudah sering bertentangan… maka PELAKSANAAN TEKNISnya pun melantur… tidak jelas… asal jalan… tanpa GAIRAH yang positif. (Wah… sok iye gini ngomongnye…)

Satu lagi, bila kita merasa ada DORONGAN untuk MENCINTAI seseorang… itu artinya KITA TIDAK MENCINTAINYA melainkan hanya BERUSAHA MENCINTAI. Padahal… mestinya itu muncul secara ALAMIAH tanpa kita perintah ini itu… atau bukan ARTIFISIAL…

Bwah bwah bwah… saya sangat jarang membahas percintaan. Gara-gara melihat buku itu kembali, jadi ingin nulis pendapat saya ttg kalimat itu secara ILMIAH hahaha… Kalau bicara ttg cinta, berkah Allah yang tidak kasat mata itu, tidak akan pernah selesai dibahas dr berbagai sudut pandang. Saya juga pny 1 teori (saya ciptakan sendiri) mengenai CINTA dikaitkan dengan ENERGI dalam hukum FISIKA. (wah panjang tulisannya nanti)… Intinya, Subhanallaah…

Oya, saya juga sedang ada PR untuk membantu mencarikan pasangan bagi seorang kenalan (muslimah) usia paruh baya. Nah, dengan situasi sprti itu, apakah masih RELEVAN, mencari pasangan untuknya dengan syarat ada KESERASIAN JIWA di antara mereka? Lalu, apakah iya bila seseorang menemukan KESERASIAN JIWA dengan orang lain maka harus dijadikan PASANGAN HIDUP? *mikir lagi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: