Pilih Tas atau Porsche?

Di kalangan sosialita, branded product adalah menjadi barang wajib untuk dimiliki dan dibawa kesana kemari sebagai pencitraan bagi dirinya. Bagi sebagian orang, tas dibeli karena fungsinya yaitu untuk membawa beberapa barang yang kita perlukan pada suatu kegiatan entah ke pasar, ke supermarket, ke sekolah, ke kantor, dll. Dalam perkembangannya tas menjadi bagian dari mode bagi wanita, dengan berbagai variasi mulai dari bahan, model, hingga sentuhan accessories tambahan seperti mutiara, emas, bahkan berlian.

Di sebuah acara di E! channel, Bill Rancic (The Apprentice 1 – Trump) bersama istrinya Giuliana sedang berjalan-jalan ke Hongkong untuk mencari tas-tas branded palsu (tapi sulit dibedakan dengan yang asli) yang katanya banyak dijual di Hongkong. Tak tahunya, hasilnya nihil karena di pasar-pasar murahnya yang ada adalah tas tiruan dengan kualitas buruk. Pada akhirnya mereka berhasil mendapatkan sebuah toko yang menjual tas 2nd alias tas bekas tetapi dengan barang asli.

Bill Rancic bertanya pada istrinya dengan raut muka takjub “Tas ini harganya US$53.000? Kamu yakin?”…. Dijawab oleh istrinya “Ya… tentu saja… itu kan Hermes Crocodile”, Giul tertawa dan ingin mengatakan bahwa itu harga yang wajar utk sebuah tas hermes. (Catatan: Victoria Beckham atau si Posh doyan gonta ganti tas hermes). “Kita bisa beli sebuah Porsche”, Rancic kembali menimpali.

Ya, jika dirupiahkan adalah sekitar Rp. 500 juta lebih uang yang harus kita tukarkan untuk mendapatkan tas tsb. Gila? Yang gila adalah bahwa sosialita di Indonesia ini tidak hanya 1 atau 2 orang yang mengoleksi tas ini. Katanya, sekali lagi ini menurut kabar beredar di berbagai media, seorang wanita, istri mantan orang nomor 2 di sebuah lembaga negara di negeri ini (sekarang tersandung kasus suap) juga pemangsa tas tas macam ini.

Hmmm… tapi saya lebih suka dengan alasan mengapa harga tas Hermes bisa semahal itu? Dari sisi bisnis ini sangat menarik untuk dipelajari. Kenapa kaum hawa sosialita begitu terobsesi untuk memilikinya?

Informasi yang saya dapat sejauh ini, tas hermes memang hand made dan dicitrakan untuk aristokrat sejak jaman kuno puluhan tahun lalu. Jangan tanya kualitas karena itu sudah bukan lagi menjadi domain pembicaraan. Lainnya, tas ini juga merupakan investasi karena semakin lama harganya juga makin naik. Terakhir, tak lain dan tak bukan adalah karena merek itu sendiri. Brand… Brand… and Brand… itu lah kekuatan brand. Sudah pasti bukan hanya orang-orang hermes yang bisa membuat tas itu sedemikian rupa. Tapi mengapa hermes bisa sedahsyat itu? Ya… karena “it’s hermes”

Btw, kok saya jadi mempromosikan Hermes ya? Hmmm… justru gara-gara tulisan macam begini ini nih yang meningkatkan brand awareness Hermes. Saya menulis ulasan ttg tas ini tanpa dibayar. Ck Ck Ck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: