Maafku pada Pak Susno

Bulan Oktober 2009 lalu saya menulis dalam blog ini mengenai sebuah peristiwa dalam kehidupan politik bangsa ini yang sedang hot-hotnya waktu itu. Meskipun saya tak ikut berkomentar secara terang-terangan mengenai substansi dari “Cicak vs Buaya”, tapi saya tak dapat memungkiri bahwa otak saya memberikan keberpihakannya pada KPK dan cenderung menghujat Pak SD. Bagaimana tidak? Semua informasi yang sampai ke telinga dan mata saya kemudian diproses di otak saya ini, betul-betul mampu mengarahkan pada satu konklusi bahwa Pak SD lah dalang kriminalisasi 2 pimpinan KPK yang menjadi tersangka.

Beberapa bulan kemudian sampai hari ini juga… keadaan berbalik 180 derajat. Pak SD kini menjadi hero! Bahkan mendapatkan Whistle Blower Award… wow!

Sudahkah Anda membaca buku “Bukan Testimoni Susno”? Buku itu ditulis oleh orang yang pernah turut “mencerca” beliau. Setelah membacanya, buku itu saya pinjamkan kepada asisten saya yang kemudian ia pinjamkan pada bapaknya. Kenapa saya pinjamkan? Agar jika memang ada fitnah yang selama ini sudah terlanjur bertengger di otak dan hati kita, dapat terkikis sedikit demi sedikit. Bukan berarti saya mempercayai 100% semua isi buku itu. Hanya saja buku itu membuka pikiran saya bahwa apapun bisa jadi tak seperti yang kita pikirkan sebelumnya. Bagaimana pun juga, hanya Allah yang Maha Tahu segalanya.

Intinya adalah… saya baru menyadari bahwa betapa jahatnya saya yang dengan semena-mena memberi stempel buruk pada seseorang padahal saya tidak tahu siapa dia sebenarnya. Tapi, saya pikir itu juga manusiawi sekali. Setiap hari kita dijejali dengan berbagai pemberitaan yang menyudutkan beliau waktu itu. Tentu saja, layaknya cerita sinetron khas Indonesia, rata-rata otak orang Indonesia (terutama bagi yg sdh tercekoki sinetron) akan membuat kesimpulan yang sama mengenai tokoh antagonisnya. Di sinilah betapa besarnya peran media! Secepat kilat ia dapat menjatuhkan citra seseorang di hadapan publik… namun secepat kilat pula ia dapat mengusung seseorang menjadi hero.

Yang ingin saya sampaikan adalah ucapan maaf kepada Pak SD karena saya sempat memberi stempel merah dan buruk pada beliau. Pun bagi orang-orang yang pernah saya beri stempel sama (terutama para selebritis dan politikus), saya mohon maaf atas kekhilafan. Bagaimanapun kita semua adalah sesama mahluk-Nya yang tak luput dari salah dan dosa.

One response to this post.

  1. Posting yang menarik, sukses untuk Anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Analisa usaha cuci sepeda motor (lanjutan)”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: