hieroglif Mesir ternyata bukan simbol lho

Sore ini barus saja nonton sebuah paket acara atau bisa dibilang film di BBC Knowledge judulnya Misteri Rosetta Stone Mesir. Digambarkan bagaimana Rosetta Stone ditemukan oleh Bangsa Perancis tapi karena kalah dari Inggris, maka batu itu dibawa oleh Bangsa Inggris. Rosetta Stone bisa dikatakan prasasti dengan deretan gambar seperti burung, lingkaran, dll yang sekilas dilihat seperti simbol. Apa yang terukir di batu itu disebut hieroglyphs, seperti yang kita kenal pertama kali dalam pelajaran Sejarah di bangku SMP. Dalam usaha pemecahan teka-teki arti dari gambar-gambar yang semestinya memiliki makna, terjadi persaingan siapa yang berhasil lebih dulu antara orang Inggris dan orang Perancis.

Ternyata, apa yang saya kira dulu sewaktu SMP salah besar yakni bahwa setiap gambar hieroglif adalah simbol. Misalnya saja ada gambar burung, saya kira dia cerita tentang burung hehehe. Tak dinyana, perlu waktu sekira 15 tahun untuk saya mengetahui bahwa ternyata setiap gambar dapat diasosiasikan dengan alphabet. Lagipula, di buku sejarah saya juga tak dijelaskan bagaimana cara membacanya (ngelesss nih). Jangan-jangan guru sejarah saya juga nggak tau lagi.

Perlu waktu berapa tahunkah untuk menyingkap misteri yang nempel di rosetta stone? Seorang pemuda berkebangsaan Perancis, waktu itu usia 16 tahun, Jean-Francois Champollion (1790-1832), berusaha keras bahkan menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencari tau bagaimana cara bacanya. Pada awalnya, gurunya di Grenoble Univ mengatakan itu adalah simbol saja dan akan menghabiskan waktu seumur hidup untuk memecahkannya, jadi tak perlulah dibahas dalam perkuliahan. Untungnya si Champollion ini tak patah arang. Dan ternyata butuh waktu 24 tahun untuk membuka misteri ini. Dengan ia dapat menemukan bahwa setiap gambar dapat diasosiasikan dengan alphabet dan dapat diucapkan, maka semua tulisan-tulisan hieroglif dapat terbaca dan menjadi bermakna bagi manusia jaman sekarang. Bahkan, sejarah yang tercatat dalam dokumen-dokumen orang Mesir Kuno pun dapat kita ketahui. Huuuuiiiiiihhh………….

Yang saya kagumi dari seorang Champollion  adalah mengenai ANTUSIASME yang ia miliki sehingga ia rela menghabiskan waktu hidupnya untuk ngurusin hal itu. Memang ia memiliki bakat dalam bahasa, terbukti usia 10 tahun ia menguasai beberapa bahasa kuno. Sejak kecil ia selalu bertanya “Bahasa apa yang digunakan oleh Adam?”, “Kapan awal dari peradaban manusia?”. Ia meninggal di usia cukup muda 41 tahun, menderita stroke. Ia telah meninggalkan sesuatu yang berharga bagi manusia-manusia setelahnya karena sejarah peradaban kuno manusia terutama di Mesir dapat tersingkap berkat hasil jerih payahnya.

Yang dapat saya ambil dari seorang Champollion adalah mengenai ANTUSIASME dalam mencapai apa yang ingin ia capai,  betapa tidak sia-sianya hidup ketika kita mampu memberikan warisan berharga kepada anak cucu baik berupa pengetahuan,ilmu,teori, konsep, atau apapun yang terus menerus lestari.

Kalau pertanyaan saya sendiri adalah bagaimana proses terbentuknya sebuah bahasa? menurut saya, kata atau istilah yang digunakan pada sebuah bahasa merupakan hasil kesepakatan dari para anggota komunitas pemilik bahasa itu sendiri. Saya ingin dan perlu tahu lebih jauh…

2 responses to this post.

  1. sebuah inspirasi sendiri buat generasi muda seperti kutu dan lainnya … semoga remaja2 indonesia bisa mempunyai antusiasme seperti ini sejak dini ^^

    Balas

    • “Every production of genius, must be the production of enthusiasme” – Benjamin Disraeli
      “The great accomplishment of men have resulted from the transmission of ideas and enthusiasm” – Thomas J. Watson

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: