Kesalahan Banyak “Orang Tua”

Saya sekarang telah menjadi orang tua dari anak saya.

Apa sih kesalahan dari banyak orang tua? Dari suatu acara talkshow yang pernah saya lihat, ternyata adalah “Orang tua merasa paling tahu apa yang bisa membuat anaknya bahagia”. Hmm… menarik ya…

Tak jarang kita mendengar cerita klise bagaimana orang tua memaksa anaknya untuk menikah dengan si A karena dia bergelimangan harta, anak orang terpandang, dst. Cerita lainnya, orang tua memaksa seorang anak untuk mengambil kuliah jurusan kedokteran dengan alasan menjadi seorang dokter apalagi dokter spesialis nantinya bakal gampang cari duit, profesi terhormat, dll… Apalagi, jika kakaknya terbukti berhasil menjadi seorang dokter yang cukup sukses.

Biasanya, orang tua akan menggunakan alasan “demi kebaikan dan kebahagianmu…”

Kembali lagi, orang tua merasa dirinya paling tahu apa yang membuat anaknya bahagia. Padahal, yang namanya kebahagiaan hakiki itu bukan sekedar banyaknya harta atau terhormatnya kita di mata masyarakat saja lho Pak, Bu. Setiap anak adalah individu yang berbeda. Meski bersaudara kandung sekalipun, masing-masing punya karakter yang berbeda satu sama lain termasuk apa yang dia sukai, apa yang dia merasa nyaman melakukannya, apa yang menurutnya penting dalam hidup, dll. Jika, anak dipaksa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan “dirinya”, hasilnya pun tidak maksimal. Terlebih, hal ini dapat membuat sang anak tidak bisa menikmati hidupnya atau tak menjadi dirinya sendiri.  Ujung-ujungnya adalah frustasi. Bukankah frustasi itu jelas-jelas artinya tidak bahagia?

Menurut saya,

“Saya lah yang menjalani hidup ini. Saya sendiri lah yang dapat menorehkan tinta dalam buku kisah hidup saya. Jadi, saya juga lah yang dapat menentukan apa yang nyaman, baik dan berharga dalam hidup saya. Dan yang paling besar adalah saya menentukan cita-cita hidup saya sendiri sesuai dengan apa yang saya yakini benar, tepat, menyenangkan, dan terbaik”.

Sebagai anak, kita berterima kaisih kepada orang tua dengan berbagai nasehat berharga yang diberikan dengan penuh cinta. Memang benar bahwa tak ada orang tua yang ingin anaknya hidup susah.

Sebagai orang tua, kita mendukung anak untuk menjadi yang terbaik apapun pilihan hidupnya selama membawa manfaat positif dan tidak bertentangan dengan hukum agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: