Telanjang Yuuuuuk!

Kita Mesti Telanjang dan Benar-benar Bersih
Suci Lahir dan Di Dalam Batin …..

[Lagu “Untuk Kita Renungkan” by Ebiet G Ade]

………………………………………………………………………………………

Seorang anak SD kelas 3 bertanya kepada bundanya ketika mendengar lagu Pak Ebiet tersebut diputar di TV sebagai backsound. “Lho, kok telanjang Bun?”, tanyanya polos. Sang bunda lantas memberikan jawaban bahwa itu adalah kiasan saja (Bahwa telanjang di sini bukan berarti kita telanjang tanpa baju alias bugil).

Masih berkaitan dengan “telanjang”, saya melahirkan seorang putra sekira 1 tahun yang lalu.  Saya tau persis bahwa anak saya lahir dalam kondisi telanjang dalam arti tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya. Juga tidak hanya telanjang tubuhnya, tapi juga pikiran dan hatinya. Dalam pikiran dan hati seorang bayi, tak ada atribut apapun yang menempel sebagai aksesoris ataupun kamuflase. Begitu virgin, suci, dan murninya sehingga saya kerap mengamati dan belajar banyak hal dari anak saya ini. Saya perhatikan, betapa bahagianya seorang anak kecil. Setiap hari ia tertawa lepas… tanpa beban… tanpa derita… tanpa nafsu yang aneh-aneh… tanpa mumet… tanpa iri… tanpa dengki… tanpa tinggi hati… tanpa emosi-emosi negatif yang banyak menyertai orang-orang dewasa. Kalaupun ia menangis karena menginginkan sesuatu, selepas itu ia sudah lupa dan kembali tertawa-tawa. Benar-benar putih… dan bersih…

Hari-hari ini, media kita mulai dari TV, radio, sampai dengan koran, semuaaaaaaa membahas kasus dugaan “Kriminalisasi KPK”, spesifiknya adalah mengenai penahanan Pak Bibit dan Pak Chandra, 2 petinggi KPK nonaktif. Saya tak akan membahas panjang lebar mengenai apa yang terjadi saat ini. Saya lebih tertarik untuk melihat peristiwa, situasi, atau kondisi ini dari luar sistem atau dari luar kerumunan. Semua orang yang disebut-sebut dalam kasus ini baik dari pihak KPK, POLRI, KEJAKSAAN,  Anggodo, Anggoro, Edy, Ary, Bonaran, dll yang disebut di transkrip rekaman pembicaraan telepon, semua juga dulunya melalui sebuah proses penciptaan di dalam tuba falopi, lalu sampai di rahim ibu masing-masing untuk berkembang sehingga menjadi sosok manusia dengan organ yang sempurna. Setelah kurang lebih 9 bulan 10 hari, jabang bayi lahir di dunia dalam kondisi TELANJANG BULAT!

Saya bayangkan mereka dulunya bayi-bayi merah telanjang… kemudian tumbuh menjadi anak kecil yang masih polos seperti anak saya. Tak tahunya setelah dewasa mereka “melewati” suatu peristiwa, situasi, kondisi seperti ini hingga menjadi gegeran nasional. Semua ini pasti akan berlalu. Tahun 2009 Bulan Oktober-November akan terlewati dan menjadi sejarah. Dan… akan tiba saatnya semua pun kembali telanjang menghadap-Nya.

Dunia ini memang fana.Tak khayal hanya sendau gurau belaka……..

Telanjang Yuuuuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: