Lubangi Kantong

Berikut ini adalah cerita, hikmah, atau tulisan sembarang saya berdasarkan hasil pemikiran, apa yang dialami sesuai dengan sunatullah yang saya pahami.

Menurut saya, setiap orang punya kantong atau pundi-pundi yang isinya rejeki dalam hal ini saya khususkan harta uang. Perlu dicatat, rejeki itu tidak melulu uang lho. Tapi kebiasaan orang saja yang menyebut uang sebagai “rejeki” padahal ia hanya bagian dari rejeki itu. Nah, kembali ke kantong tadi, semestinya kantong itu dibolongin bawahnya sehingga tidak cepat penuh. Kalau sudah penuh, akan susah terisi karena yang mau masuk keburu mental, muncrat, atau terlempar (bisa ke kantong lain atau malah terlewat nggak masuk nominasi untuk diisi karena sudah sesak). Apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa jika menghendaki kantong Anda senantiasa terisi apalagi dengan deras, jangan lupa bagikan isi kantong Anda ke kantong-kantong lain. Sebenarnya, sensasi menyenangkannya ialah sedetik saat kita tahu kantong kita terisi dengan sesuatu yang baru. Kalau misalnya gagal masuk atau terlempar, walah… kecewa dong. Coba saja, Anda tentu kalau dapat bonus “reward” tak terduga tentu senengnya setengah mati sesaat setelah mengetahuinya. Tapi, baru seminggu saja sensasinya sudah berkurang.

Bukanlah fitrahnya yang namanya harta uang itu berdiam diri. Ia harus selalu bergerak untuk terus menjadi “tool” bagi kelangsungan kehidupan. Apalagi, di situ ada hak milik anak yatim, janda-janda, orang berhutang, dan fakir miskin. Kalau kita nggak pernah sedekah, infak, atau zakat, analoginya adalah seperti makan ayam setahi-tahinya.

Saya tidak akan bercerita tentang pengalaman saya pribadi karena saya pikir sifatnya sangat pribadi dan bikin malu saja. Tapi saya hanya dapat menyimpulkan dan mengambil hikmah dari setiap kondisi bahwa apa yang diperintahkan Allah itu 100000% benar! Ikuti saja rumusnya, rejeki yang akan melimpahi Anda adalah keniscayaan!

Terkadang saya pikir, untuk apa uang saya tumpuk kalau sedetik lagi saya mati? nanti uang itu percuma dong diem aja. Mending uang itu dimanfaatkan buat orang lain meski hanya sebagian kecilnya. Apa yang saya katakan ini silakan diinterpretasikan sendiri. Saya hanya seorang hamba yang sedang mencoba memahami hukum-hukum Allah yang berlaku di dunia sesuai dengan firman-Nya. Subhanallah… Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: