Memahami Kehidupan

Sejak kelulusan saya dari sebuah PTN ternama di negeri ini (alhamdulillah tidak terancam DO seperti yang banyak dialami mahasiswa di PTN ini), sering kali saya merenung, memutar otak, mencari ilham baik di dalam angkot , di mall, di masjid, di taman, di rumah, di jalan menuju tempat kos, sampai di toilet hehehe. Apa yang manusia cari di dunia ini? Apa tujuannya? Apa yang mesti saya lakukan selama saya diberi kesempatan hidup di dunia ini oleh Sang Pencipta?

Sejak kecil saya sering memperhatikan perjalanan hidup orang. Orang itu/Ia sekolah kemudian kuliah di PTN bergengsi dengan predikat yang dibanggakan, dan berakhir di meja kantor perusahaan mentereng. Lalu setelah itu apa? Kerja setiap hari dari pagi sampai petang demi mengisi kantong untuk kebutuhan primer, lalu berusaha kerja lebih giat agar naik jabatan atau dipromosikan sehingga ujung-ujungnya kebutuhan sekunder dan tersier pun sangat mudah diperoleh. Tentu tak lupa yang pasti adalah membesarkan anak-anaknya.

Kalau semua sudah tercapai, lalu apa lagi? Begitu terus hidupnya sampai akhir hayat? Kok aneh saya pikir, masa’ hidup cita-cita besarnya adalah mendapatkan sesuatu yang nantinya ditinggal begitu saja di dunia ini. Ah, apa iya hidup itu dijalani dan diusahakan untuk menggapai kemewahan dunia dengan materi? Bukankah itu adalah “cara” menjalani hidup, dan bukanlah “tujuan” hidup? Susah bagi saya untuk menggamblangkannya tapi saya kira ada yang nggak pas logikanya jika tujuannya itu. Hal-hal seperti itu juga saya tanyakan kepada kakak perempuan saya yang waktu itu akan memasuki jenjang pernikahan. Tapi karena kakak saya ndak suka mikir lebih dalam, dia jawab sekenanya saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: