Pujaan hatiku berkulit putih bersih

Sudah lama aku mengenalnya meski hanya sekedar nama. Itupun dari mulut orang lain atau dari berbagai majalah yang kubaca. Katanya sih, ia cakep dan pintar. Wah, wanita mana yang tak tertarik dengan yang cakep dan pintar? Suatu hari nanti aku pasti akan bertemu langsung dengannya. Dan jika Allah mengijinkan, aku akan memilikinya. Begitulah pikirku waktu itu setelah melihat fotonya yang dengan jelas menampilkan sosoknya yang gagah, berkulit putih, dan terkesan elegan. “Hmmm… suatu hari nanti kau harus menemaniku di saat penting dalam hidupku entah senang ataupun susah”, kataku dalam hati. Saat itu aku masih menyandang status mahasiswi yang bekerja paruh waktu di tahun terakhir, dan merasa belum siap untuk bertemu langsung dengannya karena kuatir akan semakin tergila-gila padanya. Jangan sampai emosi itu dapat merusak hari-hariku setelahnya.

Seiring waktu berjalan, sosoknya tak lagi menghantuiku di malam-malam menjelang tidur. Berbagai kegiatan yang cukup padat dan menyita waktu serta pikiran ternyata cukup membuat sedikit demi sedikit aku mampu melupakannya. Akhirnya tibalah saatnya dimana aku sudah merasa siap dan teringat kembali padanya. “Wah… aku harus berani menemuinya. Kalau perlu, langsung saja meminangnya. Meski aku seorang wanita, tak perlu malu. Di jaman sekarang ini, itu sudah biasa kok”, pikirku waktu itu.

Setelah berdandan seperlunya aku mengajak temanku untuk menemuinya dalam suatu ajang pameran yang selalu dihadirinya. Seperti biasa, hatiku berbunga-bunga berharap akan bertemu sang pujaan hati. Dan akhirnya kami sampai di tempat itu dan mulai mencari-cari dimanakah ia berada? Akhirnya…… dari kejauhan aku melihat sosoknya persis seperti yang ada di foto. Tercekat sekian detik, aku langsung berlari kecil menjumpainya. Tak perlu menunggu lama, aku mulai menyapanya…

“Hai Mac… akhirnya kita berjumpa. Kau sungguh menawan hatiku sejak pertama kali mata ini melihatmu. Ijinkan aku untuk menyentuhmu ya…”

Singkat kata, si Mac aku raba-raba, aku lihat layarnya begitu jernih bercahaya berbeda dengan monitor LCD merek lain. Tubuhnya ramping padahal sudah ada CPU di dalamnya. Ya, tampak sangat compact desainnya. Apalagi, dengan ukuran yang begitu lebar tentu asyik juga buat nonton film. Kalau mau diinstal dengan system operasi Windows atau Linux juga sudah tidak masalah lagi kok. Chipset processornya sekarang bikinan intel dan dapat mendukung sistem operasi Macintosh, Windows, dan Linux. Ya, aku jatuh cinta padamu iMac. Maka, ijinkanlah aku untuk memilikimu sekarang juga! Tugasmu adalah menemaniku, melayaniku dengan baik & cepat, dan tentu saja menghasilkan fulus yang lebih besar hehehe…

Salut pada Steve Jobs atas ide dan karya ciptanya yang fenomenal di jagad raya ini! Anda sangat pantas disejajarkan dengan Leonardo Da Vinci, dan akan selalu dikenang sebagai orang “penting” dalam sejarah peradaban manusia di abad ke-20/21.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: