Kebiasaan Burukkah?

2 Tahun terakhir ini, suami saya sering “agak” marah kepada saya karena ada kebiasaan buruk (menurut dia) yang saya lakukan. Itu terjadi setiap saya baru saja keluar dari toilet. Wiiihh… kebiasaan apakah itu?

Setiap manusia dan hewan perlu makan. Makanan itu akan dicerna dalam sistem percernaan tubuh sehingga nutrisi yang dibawa oleh darah merah kita terserap oleh sel-sel tubuh. Singkatnya demikian. Lalu apa hubungannya dengan kebiasaan saya?

Begini ceritanya. Setiap hari (normalnya) kita manusia akan membuang limbah dari proses pencernaan. Nah, saya sering bertanya pada beberapa orang termasuk suami saya.

Kalau sedang membuang limbah biasanya sambil ngapain? Atau, mikirin apa?

Kalau saya, biasanya baca buku, majalah, koran, atau kertas apapun yang ada tulisannya untuk dibaca. Kalau terpaksa tidak ada yang bisa dibaca, biasanya dieeeem aja sambil menerawang mencari ide solusi untuk suatu persoalan dalam pekerjaan saya.

Ternyata kebiasaan membawa bacaan di dalam toilet membuat suami saya cukup geram. “Jorok…!”, katanya. Benarkah itu jorok? Dimana joroknya? Jorok tidaknya menurut saya tergantung dari model toiletnya. Kebetulan toilet saya termasuk toilet kering dengan model duduk dan ada penyekatnya dengan tempat mandi (dengan shower). Bacaan itu biasanya saya pegang saja. Kalau sudah beres pembuangannya, letakkan bacaan itu di bibir wastafel. Jadi, tidak pernah basah atau terkontaminasi dengan materi apapun.

Entah mengapa, saya merasa kikuk kalau tak ada bacaan. Bacaan favorit saya saat di toilet adalah majalah Tempo. Waduh… maaf buat majalah Tempo. Nggak papa kan saya bacanya di toilet? Selain Tempo, pernah juga novel Dan Brown berjudul Angels & Demons (Malaikat & Iblis) yang saya selesaikan dalam 1 hari karena saking penasarannya alias nggak bisa berhenti membacanya.

Jadi, benarkah yang saya lakukan adalah kebiasaan buruk dan jorok? Jika demikian, lantas mengapa dalam sebuah buku desain arsitektur, ada toilet dengan rak buku di sekeliling pusat pembuangan limbah? Apakah mungkin desain itu memang sesuainya untuk bule yang tak perlu air setelah membuang limbah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: