Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Adalah sebuah buku yang ditulis oleh seorang sarjana Fisika Cambridge Univ, lahir di London UK, tapi lama
tinggal di Thailand sebagai biksu di sebuah wihara. Namanya ialah Ajahn Brahm.

Buku ini berisi cerita-cerita penuh makna yang menggelikan, kadang membuat pembaca bercermin.

sampul buku si Cacing

Kisah 1
——-
Biksu ialah seorang yang miskin harta alias tak punya uang. Hartanya pun hanya baju yang melekat di tubuhnya
plus sebuah kuali atau tempat makan yang berwarna kuning keemasan. Makan pun diperoleh dari pemberian penduduk
yang dilewati oleh mereka. Nah, ceritanya, mereka harus membangun wihara. Si Ajahn Brahm ini mendapat bagian
tugas mendirikan sebuah tembok. Karena bukan seorang tukang batu atau tukang bangunan, tentu saja ia mengerjakan
dengan kemampuan seadanya. Singkat cerita, pada tembok yang telah berdiri itu ada 2 buah batu bata yang pemasangannya miring
alias tidak lurus sehingga dirasa mengganggu keindahan. Kalau harus dibenahi, ia harus menghancurkan tembok bagian atas,
dan rasanya tak mungkin. Akhirnya, setiap kali ada tamu datang ke wihara, ia harus mengarahkan tamu tersebut agar
tak melewati dan melihat tembok bikinannya itu.

Sekian lama sampai suatu saat ada tamu yang tanpa sengaja melihat tembok tersebut dan berkata betapa indahnya
tembok itu. Tentu si biksu tak habis mengerti. Ia mengatakan kepada tamunya bahwa tembok itu tidak indah karena ada
2 batu bata yang tidak terpasang dengan benar. Sang tamu pun berkata bahwa yang ia lihat adalah susunan 998 batu bata yang lain.
Mengapa Anda selalu terfokus pada 2 batu bata itu jika ada 998 batu bata lain yang tersusun begitu indahnya?
Pesannya, fokuslah pada hal-hal yang baik/positif dari segala sesuatu!

[berikut disalin dari buku]

Pada kenyataannya, ada banyak, jauh lebih banyak batu bata yang bagus–diatas, dibawah, dikiri, dan dikanan dari yang jelek–namun pada saat itu kita tak mampu melihatnya.
Malahan, setiap kali kita melihatnya, mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang kita perbuat.
Semua yang kita lihat adalah kesalahan, dan kita mengira yang ada hanyalah kekeliruan semata, karenanya kita ingin menghancurkannya.
Dan terkadang, sayangnya, kita benar-benar menghancurkannya ” sebuah tembok yang indah”.
Kita semua memiliki “dua bata jelek”, namun bata yang baik di dalam diri kita masing-masing, jauh lebih banyak daripada batu yang jelek.
Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi. Bukan hanya kita bisa berdamai dengan diri sendiri, termasuk dengan kesalahan-kesalahan kita, namun kita juga bisa menikmati hidup bersama pasangan kita.

Kisah 2
——-
Salah satu tugas biksu adalah membantu sesamanya dalam mengatasi masalah kehidupan. Nah, seorang “pasien” Ajahn Brahm
merasa berhutang budi dan ingin memberikan sesuatu kepada sang biksu. Ia menanyakan pada sang biksu “Apa yang bisa
saya berikan pada Anda dengan uang 5000 bath?”. Biksu tidak dapat menjawab pertanyaannya saat itu dan menjanjikan
akan ia pikir-pikir dulu apa yang diperlukannya.

Sang biksu pun mulai berpikir dan membuat daftar keperluannya yang dapat dibeli dengan uang 5000 bath.
Ternyata daftar barang yang ia buat memerlukan uang jauh lebih besar dari 5000 bath. Ia pun mencoret
beberapa barang dari daftarnya. Tetap saja uang 5000 bath masih kurang. Ia coba timbang-timbang lagi mana
yang prioritasnya lebih tinggi. Demikian yang ia lakukan sampai ia menyadari bahwa keinginan-keinginannya telah membuat kebahagiaan
dan ketenangan hati yang selama ini ia rasakan mulai hilang. Singkat cerita, ia menolak tawaran hadiah tersebut
dan memilih kembali pada kehidupannya semula sebagai orang yang bebas dari keinginan!!!

Ada dua kebebasan yang dapat dipilih dalam hidup ini:
BEBAS BERKEINGINAN? atau BEBAS DARI KEINGINAN?

Masih banyak lagi cerita menarik di buku ini yang saya yakin membuat pembacanya tersenyum, gak bisa berhenti membaca dan penasaran dengan kisah selanjutnya. Asyiknya lagi, bisa mentertawakan diri sendiri🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: