Benda apakah yang paling besar?

Ada sebuah pertanyaan, benda apakah yang paling besar? jawabannya adalah gajah.
Tentu tidak! Kandang gajah lebih besar dari gajah itu sendiri.
Lalu apa yang paling besar? Jawaban berikutnya ialah mata kita, karena kandang gajah dapat
kita lihat secara utuh di dalam mata kita. Apakah benar?
Masih belum benar. Mata tidak dapat melihat dunia dan segala isinya secara utuh.
Jawabannya, otaklah yang paling besar.
Otak dapat dimasuki berbagai hal mulai dari gajah, kandang gajah, alam semesta ini tanpa batas!!!
Bukankah setiap kali kita berpikir segala sesuatu, pasti masuk ke otak?

Ada sebuah cerita menarik mengenai kemampuan otak ini.
Sebuah tayangan, film dokumenter di BBC Knowledge mengangkat cerita seorang wanita yang mengalami
pecah pembuluh darah di otak sehingga harus dioperasi. Nah, selama proses operasi tersebut tentu saja
ia dibius total. Yang menarik, ternyata ia masih sadar dalam arti ia dapat melihat para dokter mengoperasi
kepalanya, mendengar percakapan para dokter, bahkan alat yang digunakan dalam operasi. Apakah itu mimpi?
Pengakuannya tentu mencengangkan bagi para dokter yang mengoperasinya karena semua yang diceritakan
wanita itu benar adanya mulai dari alat yang digunakan, masalah apa yang mereka hadapi di tengah-tengah operasi
kala itu, hingga posisi para dokter saat bekerja.
Uniknya lagi, wanita ini bukan satu-satunya yang mengalami fenomena ini.
Kalau saya tidak salah ingat, 3 dari 100 orang yang mendapatkan pembiusan total mengalami hal tersebut.
Para ahli berpendapat bahwa ini adalah salah satu misteri kemampuan otak manusia.
Sayangnya, kesimpulan akhirnya saya tidak menonton karena satu dan lain hal.

Selain cerita di atas, saya juga ingin berbagi pengalaman yang berkaitan dengan kinerja otak kita ini.
Sering kali, saya merasa kewalahan mengendalikan hasil imajinasi, pemikiran, atau melanglang buananya otak ini.
Saya adalah seorang pembuat software (petani software – meminjam istilah adik saya) yang tentunya harus
kreatif dan inovatif dalam menciptakan suatu produk. Nah, ternyata terbukti bahwa kecepatan otak dalam
berkreasi tidak dapat diikuti bahkan dikejar oleh kecepatan produksi, padahal sudah dibantu dengan para
asisten. Jika tidak dibatasi dalam versi release, rasanya tak pernah usai implementasi dari ide-ide baru.
Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan bahwa kalau nurutin otak, kita gak akan pernah istirahat!!!

Tapi…… justru karena ide-ide dan harapan-harapan yang dihasilkan otak itu lah yang membuat hidup
lebih hidup!!! Ketika mendapati suatu ide brilian untuk diimplementasikan dalam produk, entah kenapa
muncul getaran-getaran di sekujur tubuh terutama dada. Ada perasaan senang, bahagia, lalu
diikuti dengan kerja penuh antusias dan semangat membara. Istilah dari suami adalah “lagi teng…teng…”

Mengingat kerja otak yang seperti itu, saya memiliki sebuah buku yang isinya khusus menuangkan isi otak.
Apa yang dihasilkan kadang seperti siaran TV. Jadi harus direkam secara fisik dalam kertas karena kalau
tidak, sering kali tertimpa dengan hasil pemikiran yang lain, lain, dan lain.

Yang membuat saya penasaran, organ otak ini pada dasarnya terdiri dari jaringan, dan jaringan terdiri dari sel.
Kok bisa jadi CPU-nya manusia ya… ada processor & memory (ini baru fungsi dasar saja).
Saya pikir kemampuan otak ini akan selalu menjadi misteri bagi manusia yang mana kemampuannya untuk mengungkap
misteri otak ya tergantung dari otaknya itu sendiri. Duh, recursive!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: