Belajar Menarik Investor & Menjadi Investor

Baru sejam yang lalu acara Dragon’s Den di BBC Knowledge usai. Acara ini adalah sebuah reality show favorit keluarga kami, dari United Kingdom, yang mempertemukan para pemilik bisnis baru (yang ingin mengembangkan bisnisnya) dengan para dragon (investor banyak duit yang nota bene adalah pebisnis sukses).

Para Dragon di Episode Sebelumnya
Para Dragon
Para Dragon
Para Dragon

Aturan mainnya, para pemilik bisnis baru ini akan mempresentasikan tentang bisnisnya mulai dari produk, distribusi, strategi penjualan, nilai bisnisnya, hingga proyeksi keuntungan dalam kurun waktu sekian tahun ke depan. Tugas mereka adalah mempresentasikan dengan baik semua hal tersebut sehingga para dragon tertarik dan mau menanamkan uangnya di bisnis tersebut sesuai nominal yang diperlukan. Tapi, tentu saja dalam sebuah investasi, sang penanam uang akan meminta bagian (kepemilikan) dari perusahaan tersebut. Sejauh ini para dragon tidak pernah menawarkan kurang dari 25%. Artinya, setiap kali berinvestasi pada suatu bisnis, mereka minta 30% – 50% untuk uang dari 75.000 – 150.000 poundsterling.

Posisi duduk para dragon saat menyaksikan presentasi >>Left to right - Richard Fairleigh, Duncan Bannatyne, Theo Paphitis, Deborah Meaden and Peter Jones.

Posisi duduk para dragon saat menyaksikan presentasi >>Left to right - Richard Fairleigh, Duncan Bannatyne, Theo Paphitis, Deborah Meaden and Peter Jones.

Posisi duduk para dragon saat menyaksikan presentasi >>Left to right – Richard Fairleigh, Duncan Bannatyne,       Theo Paphitis, Deborah Meaden and Peter Jones.

Yang menarik dari acara ini bukan pada hasil akhir tapi pada prosesnya. Pelajaran apa yang diperoleh dapat dilihat dari 2 sudut pandang yaitu sebagai pemilik bisnis yang mencari investor, dan si calon investor.

Sudut pandang pemilik bisnis yg ingin menarik investor menanamkan uangnya:

  • Isi dan penguasaan materi presentasi adalah yang utama, tapi dandanan fisik, gesture, emosi, pelafalan dan intonasi bicara saat presentasi akan memberikan impresi awal bagi para dragon, apakah orang ini dapat menjalankan sebuah bisnis. Jadi, jangan gunakan celana jeans dan kaos/kemeja apa adanya karena bagi Peter Jones (salah satu dragon) ini menandakan tidak menganggap penting moment itu, sekaligus menunjukkan ketidakseriusan mencari investor untuk pengembangan bisnis. Satu lagi, jangan gugup!!! Banyak yang presentasinya tidak berjalan lancar alias macet, diam seribu bahasa atau mengulang-ulang kalimat karena udah stres dan dag dig dug der duluan saat ketemu para dragon.
  • Bisa jadi para dragon masih belum menangkap ide bisnis dan sumber penghasil uang dari bisnis yang sedang dipresentasikan. Dalam situasi ini, contoh-contoh kasus yang mudah dipahami dan banyak terjadi perlu disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terutama untuk dragon yang bisnisnya sangat jauh/berbeda/tidak bersinggungan dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.
  • Buat rencana anggaran dari uang modal yang akan diperoleh dari investor. Para dragon bisa mundur kalau tahu rencana anggarannya belum ditentukan garis besarnya atau tidak masuk akal.
  • Buat proyeksi keuntungan yang realistis. Kalau sekarang baru menghasilkan 2600 poundsterling (selama 6 bulan bisnis berjalan), jangan bilang tahun kedua omsetnya 6 juta poundsterling. Hitung dulu sebelum mengajukan angka ke para dragon sebelum dibilang gila.
  • Jika seorang dragon melakukan penawaran modal, tanyakan apa saja yang dapat ia lakukan untuk bisnis ini seperti pengalaman bisnis apa yang pernah dijalaninya, strategi penjualan usulan dari dia, dll. Sekedar uang banyak tidaklah cukup untuk membangun bisnis raksasa.
  • Kalau dragon meminta bagian yang sangat besar, jauh melebihi dari batas yang ditetapkan pencari investor, ada 2 pertimbangan, silakan dipilih:
    o    Ambil tawaran itu jika bisnismu memang perlu sekali bantuan, karena fungsi dragon di sini bukan pada duitnya saja yang ngucur deres, tapi juga pada jaringan bisnisnya yang akan membawa bisnismu jadi ikutan gede. Bahkan, dengan cara yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Untuk itu, tanyakan dulu apa yang dapat dia lakukan untuk menjadi pengungkit bagi bisnis ini.
    o    Tolak tawaran itu kalau bisnismu sudah bagus dan punya penguasaan pasar yang cukup besar dan terus membesar. Karena apa? Ingat bahwa di dunia ini orang yang punya kelebihan duit jumlahnya buanyaaakkk, tapi yang bisa membangun bisnis seperti yang telah kamu lakukan, ya cuma kamu seorang. Intinya, cari investor lain yang penawaran prosentasi bagian untuknya lebih realistis. Mungkin 30% adalah batas atas yang nyaman bagi kedua belah pihak.
  • Pengalaman pekerjaanmu, sukses atau gagal, baik sebagai pegawai, self employee, atau bisnis owner sebelumnya turut menentukan penilaian dari para dragon.
  • Para dragon bukanlah malaikat. Percayalah pada diri sendiri bahwa  bisnis ini menjanjikan dan hanya orang-orang istimewa yang dapat melihatnya. Jadi, kalau gagal mendapatkan modal, jangan berkecil hati karena hanya masalah waktu sampai akhirnya dapat berjumpa dengan “the one”.

Sudut pandang calon investor yg sedang mencari investasi bagus:

  • Macet presentasi sudah pertanda buruk bahwa orang tersebut kurang dapat menguasai emosi dirinya atau materi presentasinya. Kalau di tahap ini sudah gagal, akan susah untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
  • Pahami dengan baik mengenai apa yg dijual dalam bisnis itu dan siapa/bagaimana pasarnya. Kemudian, darimana sumber pendapatannya. Apakah ada kanal-kanal lainnya yang dapat mengalirkan uang? Hitung cepat berapa banyak uang yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu
  • Proyeksi keuntungan dari sang pemohon investasi yang tampaknya tidak realistis mesti ditanyakan detailnya (dari mana hitungannya) dan sampai sejauh ini berapa uang yang telah dihasilkan dari bisnis tersebut. Dari sini dapat dinilai cara berpikir dan kredibilitas si pemohon.
  • Pandailah melihat potensi besarnya sebuah bisnis. Kalau bisnis itu dapat dikerjakan paruh waktu saja, dianggap sebagai income tambahan, dapat dikerjakan dari rumah, atau hanya bisa menghidupi sang pemilik, sebaiknya tak usah lakukan penawaran karena terlalu kecil.
  • Hitung secara kasar/proyeksi keuntungan dan nilai bisnisnya, lalu cari ide-ide segar baik seperti strategi penjualan hingga  inovasi produk pada bisnis tersebut. Kalau menjanjikan dan sudah ketemu jalannya bolehlah membuat penawaran.
  • Para pemilik bisnis biasanya enggan memberikan bagian yang cukup besar dari perusahaannya (lumrah saja). Untuk itu, pintarlah menimbang-nimbang antara uang yang dikucurkan dengan besaran imbal balik yang akan diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Ingat, banyak pemilik bisnis lain yang antre “need you more than you need them”
  • Terakhir, gunakan insting untuk menilai sang pemilik bisnis tersebut. Dapat dipercaya, kreatif, punya sense of business, dan pekerja keras kah?

Catatan:
Setelah mengikuti acara Dragon’s Den ini, para pencari suntikan modal yang gagal memenangkan hati para dragon ternyata berhasil mendapatkan modal dari investor lain yang menonton acara ini, hingga menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: